7 Ciri – Ciri Sapi Betina Yang Tidak Baik Sebagai Indukan Dan Sebaiknya Tidak Dipelihara

Medanternak – Kali ini kita akan menjelaskan ciri – ciri sapi betina tidak baik, dimana sebaiknya tidak dipelihara sebagai indukan. Kenapa? Sebab dapat memberikan dampak yang kurang bagus ke depan apabila sapi tersebut dipelihara. Kita akan menjelaskan ciri-cirinya dan alasannya di bawah ini.

Gambar Sapi Betina Yang Tidak Baik

Ciri Sapi Betina Yang Tidak Baik Untuk Dijadikan Indukan

Berikut ini tanda-tanda sapi betina yang tidak bagus untuk dijadikan indukan:

  • Beraroma nafas busuk.
  • Tulang rusuk terlihat lebih dari 4 ruas.
  • Memiliki kaki belakang tidak simetris.
  • Mempunyai puting yang keras dan membusuk.
  • Nafsu makan tidak stabil.
  • Pinggulnya sempit.
  • Terdapat bekas jahitan di vagina.

Sapi Beraroma Nafas Busuk

Kalau sapi yang sehat itu dari hidung akan mengeluarkan aroma nafas berbau rumput. Apabila sapi tersebut mengeluarkan nafas beraroma amoniak/busuk, ini mengindikasikan terdapat berbagai permasalahan serius.

Bau busuk dari hidung menandakan terdapat permasalahan di saluran pernafasannnya. Jika sapi tersebut kondisinya kurus, itu menandakan adanya kemungkinan Pneumonia/radang paru-paru.

Jika tercium bau busuk nafas dari mulut itu kemungkinan adanya tanda-tanda Ketosis. Dimana Ketosis ini adalah gangguan pada sistem metabolisme tubuh. Biasanya sapi yang terkena ketosis itu kegiatan rumennya berkurang, kurus karena nafsu makan menurun, produksi susu rendah, nafasnya bau, jalan agak geol-geol karena ada rasa sakit pada ginjal.

Sapi Yang Terlihat Tulang Rusuknya Lebih Dari 4 Ruas

Sapi yang ideal digunakan sebagai indukan minimal hanya terlihat 2 ruas tulang rusuknya saja. Kalau sapi yang terlihat 4 ruas tulang rusuknya menandakan kondisinya sangat kurus atau BCS (Body Convertion Score) nya kurang bagus. Apalagi jika ditambah terlihatnya tulang pinggul atau panggul yang terlihat jelas menonjol, itu akan sulit birahi. Oleh karena itu janganlah memilih sapi yang kurus sebagai indukan dengan indikasi terlihat 4 tulang rusuknya.

Sapi Yang Memiliki Kaki Belakang Tidak Simetris

Sapi yang memiliki kaki belakang tidak simetris jika berjalan akan terlihat semper/dengklang, apalagi kalau lantai tidak rata. Janganlah memilih sapi yang mengalami gangguan di kaki ini sebagai indukan karena akan sangat berpengaruh saat mereka bunting tua, menyusui, dan aktifitas tidur dan bangunnya.

Pada seekor sapi dengan beratnya 300 – 400 Kg otomatis bobot tubuhnya tersebut hanya ditopang oleh 3 kakinya saja. Jika ada salah satu kakinya yang bermasalah lagi, maka akan sangat fatal akibatnya. Besar kemungkinan sapi akan ambruk/tidak bisa bangun.

Sapi Betina Yang Memiliki Puting Mengeras

Sapi betina yang mempunyai puting/ambing yang mengeras atau membusuk, ini mengindikasikan bahwa sapi tersebut pernah mengalami Mastitis atau radang/infeksi pada ambingnya. Hal ini akan sangat berpengaruh pada saat mereka menyusui anakan nantinya.

Sapi Yang Memiliki Nafsu Makan Tidak Stabil

Selanjutnya adalah menghindari sapi yang mempunyai nafsu makan naik turun atau tidak stabil. Sapi dengan kondisi seperti itu kadang tidak terlalu diperhatikan, padahal memiliki masalah serius.

Baca juga: Mengapa Indonesia Bergantung Import Sapi Bakalan Australia?

Apabila sudah dibarengi dengan pakan yang baik namun tetap diare dimana feses/kotorannya kadang padat, namun terkadang lembek dan cair  menandakan adanya gejala cacingan kronis atau memiliki infeksi di saluran pencernaannya.

Sapi Betina Yang Pinggulnya Sempit

Kali ini kita akan berfokus pada bagian belakang sapi yaitu pinggulnya. Sama seperti halnya pada manusia, pinggul akan sangat berpengaruh pada saat proses melahirkan. Kebanyakan sapi betina yang berpinggul sempit akan sangat kesulitan saat melahirkan nanti. Tidak jarang terjadi kematian pada pedet pada indukan dengan kondisi seperti itu, apalagi jika pedet berukuran besar.

Sapi Yang Memiliki Bekas Jahitan di Vagina

Saat membeli sapi betina yang akan diternakkan harus memperhatikan bagian kelaminnya. Apabila di vagina sapi tersebut memiliki bekas jahitan, ini menandakan dia pernah mengalami broyong(Prolaps Uteri).

Broyong atau Prolaps Uteri adalah kondisi dimana rahim (uterus) sapi betina keluar dari tubuh pada saat mereka merejan. Meskipun tidak pasti akan menyebabkan prolaps kedepannya, namun sebaiknya dihindari.

Demikianlah 7 ciri-ciri sapi betina yang sebaiknya tidak dipelihara. Semoga informasi tadi bisa bermanfaat bagi teman-teman para peternak sapi di seluruh Indonesia.

Tinggalkan komentar