6 Hal Penting Dalam Membangun Usaha Ternak Kambing

MedanternakUsaha ternak kambing merupakan salah satu peluang bisnis yang layak dicoba oleh anak muda generasi milenial. Dalam menjalankan usaha ini tidak membutuhkan modal besar, siklus perputaran modal pada peternakan ini juga lebih singkat dibanding sapi. Walaupun membangun sebuah peternakan kambing itu mudah, namun untuk mencapai kesuksesan tak segampang membalikkan telapak tangan. Ada beberapa hal yang wajib dipahami oleh para peternak, mau tahu apa itu?? Simak penjelasan kami di bawah ini.

Gambar Ternak Kambing

Hal Penting Dalam Membangun Usaha Ternak Kambing

Kambing merupakan hewan ternak ruminansia ukuran sedang yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Pakan dan perawatan hewan ternak ini tidak rumit, hampir semua jenis pakan hijauan dapat dimakan olehnya. Hasil produksi yang berupa daging dan susu juga sangat diminati di pasaran.

Tipe dan Jenis Kambing

Ternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu:

  • Kambing Pedaging.
  • Kambing Perah.

Beberapa jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah:

  • Kambing Kacang.
  • Kambing Jawa Randu.
  • Kambing Peranakan Etawah (PE).
  • Kambing Sapera.
  • Kambing Boer

Kambing Kacang

Gambar Kambing Kacang

Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar di seluruh tanah air. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60 – 65 Cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 Cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 Kg dan jantan 25 Kg.

Kambing Jawa Randu

Gambar Kambing Jawa Randu

Kambing Jawa Randu merupakan persilangan antara kambing kacang dengan peranakan etawa (PE). Kambing jawa randu masih memiliki genetika yang penampilannya cenderung mendekati kambing kacang meski ukuran tubuhnya relatif lebih besar dari leluhurnya tersebut.

Kambing Peranakan Etawa (PE)

Gambar Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing Peranakan Etawa(PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Penampilannya mirip kambing Etawa, tetapi lebih kecil. Ciri-ciri kambing ini yaitu telinga terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm.

Kambing Sapera

Gambar Kambing Sapera

Kambing Sapera adalah hasil inovasi teknologi Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Kambing Sapera merupakan tipe kambing perah hasil persilangan antara kambing Saanen dan kambing PE (Peranakan Etawah). Sapera cocok dipelihara di dataran sedang sampai dengan tinggi.

Kambing Boer

gambar kambing boer

Kambing Boer adalah jenis unggulan dari afrika selatan. Kambing ini termasuk sebagai tipe pedaging karena pertumbuhan berat badannya yang sangat cepat. Bobot kambing boer jantan dewasa sekitar 120 Kg – 150 Kg, sedangkan betina 80 Kg – 90 Kg.

Pemilihan Bibit

Untuk pemilihan kambing tergantung tujuan dari usaha peternakannya. Apabila peternakannya bertujuan untuk menghasilkan daging maka pilihlah jenis kambing tipe pedaging seperti Kambing boer. Namun jika bertujuan untuk menghasilkan susu sebaiknya memilih kambing Sapera yang merupakan tipe kambing perah.

Secara umum pemilihan indukan kambing yang baik untuk tipe pedaging dan perah susu hampir sama yaitu dilihat dari ciri-cirinya berikut.

Ciri-ciri indukan pejantan yang baik:

  • Kondisi sehat
  • Tubuh bongsor
  • Bulu bersih dan mengkilap
  • Badan panjang
  • Kaki lurus
  • Tidak cacat
  • Penampilan gagah,
  • Aktif dan nafsu kawin tinggi
  • Mudah ereksi
  • Buah zakar normal (2 buah yang sama besar dan kenyal).

Ciri-ciri indukan betina yang baik:

  • Kondisi tubuh sehat
  • Tidak terlalu gemuk
  • Tidak ada cacat
  • Bulu bersih dan mengkilap
  • Alat kelamin normal
  • Mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik)
  • Ambing normal (tidak ada tanda-tanda masitis)
  • Keturunan lahir kembar (Lebih Baik).

Kandang Ternak Kambing

Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan mudah diperoleh. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Kandang harus mempunyai sirkulasi udara yang baik.

Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:

  • Memudahkan kontrol kesehatan dan kondisi.
  • Memudahkan pemberian pakan.
  • Menjaga keamanan ternak.

Ukuran Kandang:

  • Anakan: 1 X 1,2 M/2 ekor
  • Pejantan: 1,2 X 1,2 M/ekor
  • Indukan Betina:1 X 1,2 M/ekor
  • Induk Melahirkan: 1,5 X 1,5 M/indukan.

Pakan Kambing

Pakan kambing secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput hijauan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan yang bernutrisi tinggi.

Rumput merupakan pakan alami kambing. Jenis rumput yang umum diberikan sebagai makanan kambing yaitu rumput odot, rumput pakchong, rumput gajah, rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea.

Dedaunan yang bagus untuk dijadikan makanan kambing yaitu: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun jagung, daun lamtoro dan daun kaliandra.

Selain rumput dan dedaunan, limbah pertanian juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif buat kambing, contohnya dedak padi, kulit singkong, daun pepaya, batang kangkung, kulit jagung dan jerami padi.

Cara Pemeliharaan

Pemeliharaan kambing tidak ribet dan mudah, yang perlu dilakukan sehari-hari yaitu:

  • Memberikan pakan, vitamin dan mineral secara rutin.
  • Awasi dan kontrol kesehatannya.
  • Mandikan jika cuaca cerah.
  • Jaga kebersihan kandang.

Kambing matang kelamin umumnya pada umur 6 – 8 bulan (sudah mulai birahi). Cara mengetahui umur kambing dari susunan giginya atau data catatan kelahiran dari peternaknya.

Agar bisa memperoleh anakan/cempe yang berkualitas bagus, sebaiknya kambing betina dikawinkan pada saat mencapai umut 10 – 12 bulan, sedangkan untuk kambing jantan lebih dari 1 tahun.

Tanda Birahi Pada Kambing Betina:

  • Gelisah
  • Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.
  • Ekor digerak-gerakan.
  • Diam bila dinaiki oleh pejantan.
  • Nafsu makan berkurang.

Lama birahi kambing sekitar 30 jam, sedangkan siklusnya terjadi sekitar 17 hari.

Proses Perkawinan

Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12 – 18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi. Untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, sebaiknya indukan betina dan pejantan disatukan dalam satu kandang. Hindari terjadinya perkawinan sedarah (antar saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak).

Proses Melahirkan

Tanda-tanda indukan kambing akan melahirkan yaitu:

  • Kambing nampak gelisah
  • Menggaruk-garuk tanah/lantai kandang
  • Mengembik
  • Pinggul mengendur
  • Ambing membesar dan bila dipencet keluar susu
  • Alat kelamin membengkak
  • Nafsu makan turun.

Pengendalian Penyakit

Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis, kembung, paru-paru, orf dan koksidiosis. Untuk informasi mengenai penyakit kambing dan cara mengobatinya bisa anda lihat di sini.

Upaya pengendalian penyakit yang dilakukan yaitu:

  • Menjaga kebersihan kandang, pakan dan minum.
  • Penyemprotan disinfektan secara berkala.
  • Memberikan makanan yang bergizi.
  • Melakukan vaksinasi.

Tinggalkan komentar