15 Penyakit Kambing dan Cara Mengobatinya, No 4 Paling Sering Terjadi

Medanternak – Sebagai peternak kita harus waspada terhadap penyakit kambing yang rawan terjadi terutama saat musim hujan. Apabila kambing anda menunjukkan gejala seperti mulut berbusa, tidak mau makan, badan kejang, gemetaran, kaku, lemas dan lumpuh, bisa jadi sedang sakit.

Namun jangan khawatir, kami akan memberikan informasi terkait penyakit hewan bertanduk ini beserta cara mengobatinya. Jadi anda bisa antisipasi dan tahu apa yang mesti dilakukan apabila peliharaan sewaktu-waktu jatuh sakit.

Berikut ini beberapa penyakit kambing yang sering terjadi:

  • Cacingan
  • Diare
  • Scabies
  • Kembung
  • Penyakit Orf
  • Kuku busuk
  • Pink eye
  • Anemia
  • Keracunan
  • Antraks
  • Mastitis
  • Miasis
  • Pneumonia
  • Konstipasi
  • Enterotoxemia

Gambar Penyakit Kambing dan Cara Mengobatinya

Penyakit Kambing dan Cara Pengobatannya

Apa yang terlintas pada pikiran anda apabila melihat peternakan kambing dalam jumlah ratusan ekor?? Pasti banyak untungnya nih, bukankah begitu?

Namun apakah kalian tahu bahwa populasi juga berpengaruh terhadap kemungkinan serangan penyakit? Semakin banyak jumlah hewan ternak anda, maka makin besar pula resiko terjangkit penyakit.

Semua peternak pasti tidak ingin hewan peliharaannya sakit, namun yang namanya nasib tidak ada yang tahu. Oleh karena itu management pemeliharaan dan pengendalian penyakit sangat penting untuk diperhatikan.

Tindakan pengendalian penyakit yang harus rutin dilakukan yaitu:

  • Melakukan vaksinasi.
  • Membersihkan kandang, wadah tempat makan dan minum.
  • Penyemprotan disinfektan.

Penyakit Cacingan

Ada beberapa jenis cacing yang menyerang kambing contohnya seperti haemonchus cocortus, Trichuris sp dan Oestophagostomum sp. Penyakit ini biasanya terbawa dari pakan yang mengandung larva atau telur cacing. Makhluk ini hidup sebagai parasit yang menggerogoti dari dalam, semua nutrisi akan diserap oleh cacing-cacing tersebut.

Tanda-tanda Cacingan pada kambing:

  • Tubuh kurus.
  • Bulu kusam atau jigrak.
  • Kondisi terlihat lemah.
  • Lambat pertumbuhannya.

Cara mengobati penyakit Cacingan pada kambing: berikan cetarin concurat, pheno plus dan wormex powder. Pemberian obat ini harus dilakukan secara teratur setiap 3 bulan sekali. Selain itu, anda juga bisa memberikan obat tradisional yang terbuat dari: 2 buah pinang tua, 2 sendok makan gula jawa, 5 lembar daun tembakau dan 1 sendok makan serbuk getah pepaya muda.

Penyakit Diare

Penyakit Diare biasanya terjadi karena terjadi gangguan pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, kondisi pakan dan lingkungan yang jelek, serta perubahan cuaca.

Tanda-tanda Diare pada kambing:

  • Kondisi lesu.
  • Badan lemah.
  • Terlihat pucat.
  • Kotoran cair berwarna hijau.

Cara mengobati penyakit Diare pada kambing: berikan wormectin. Selain itu, anda juga bisa dengan obat tradisional yang terbuat dari campuran daun jambu biji, garam dapur dan 1 gelas air kelapa, lalu berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.

Penyakit Scabies

Scabies lebih dikenal dengan kudis/kurap. Penyakit ini disebabkan oleh ektoparasit atau tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis varovis dan Chorioptes ovis.

Tanda-tanda Scabies pada kambing:

  • Muncul bercak–bercak merah seperti bisul pada kulit.
  • Kulit menebal, mengeras dan bersisik serta gatal.
  • Kambing menggosok–gosokan badannya.
  • Bulunya rontok.
  • Tubuh terlihat kurus.
  • Nafsu makan menurun.
  • Kekurangan darah.
  • Produksi susunya berkurang.

Cara mengobati penyakit Scabies pada kambing:

  • Pisahkan kambing yang berkurap dari yang sehat(Karantina).
  • Bersihkan tubuh dengan cairan antiseptik(refanol atau alcohol 70%) atau deterjen.
  • Cukur atau kerok bagian luka.
  • Suntik ivomec atau wormectin atau Olesi.

Selain itu, anda juga bisa mengoleskan obat tradisional campuran dari oli bekas dan belerang. olesi ke bagian yang terluka 2 – 3 hari sekali.

Penyakit Kembung

Penyakit Kembung atau bloat paling sering terjadi di peternakan kambing. Masalah ini disebabkan oleh adanya gas pada rumen dari proses fermentasi tidak dapat dikeluarkan. Apabila tidak diatasi dengan cepat bisa menyebabkan kematian, karena terdapat tekanan gas pada organ dalam seperti jantung dan paru-paru.

Tanda-tanda Kembung pada kambing:

  • Perut membesar atau membengkak akibat penumpukan gas dalam rumen.
  • Mendengus dan umumnya akan menendang–nendang ke sisi kiri.
  • Punggung juga membungkuk karena menahan sakit.
  • Saat berbaring akan sulit untuk bangun kembali.

Mencegah Kembung pada Kambing:

  • Hindari menggembalakan kambing terlalu pagi.
  • Jangan berikan pakan rumput basah dan daun muda.
  • Layukan hijauan minimal 4 jam sebelum diberikan.

Cara mengobati penyakit Kembung pada kambing:

  • Kambing dibawa ketempat yang hangat atau dibawah sinar matahari.
  • Usahakan kambing dalam posisi berdiri dengan kaki depan lebih tinggi.
  • Bagian perut sebelah kiri kambing diolesi minyak angin/balsem sambil diurut dan ditekan agar gas di dalam perut dapat keluar.
  • Kambing diberi minum air hangat 1 gelas dan 10 tetes minyak angin atau air hangat yang diberi garam, minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas) dengan cara dicekokkan (minum dengan paksa) ke mulut kambing.
  • Kambing dicekoki (minum dengan paksa) dengan 200 cc sprite/soda lalu perut kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah halus dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila angin sudah keluar melalui anus, kedua kaki depan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka dan posisi kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.
  • Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun pepaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun pepaya.

Penyakit Orf

Penyakit Orf dikenal juga dengan sariawan, dakangan atau Ecthyma Contagiosa. Penyakit ini disebabkan oleh virus Parapoxvyrus yang bersifat zoonosis(dapat menular ke manusia).

Tanda-tanda Orf pada kambing:

  • Terdapat bintik merah disekitar mulut.
  • Luka melepuh berupa berwarna hitam.
  • Terdapat benjolan yang menyebar ke sela–sela kuku.
  • Tidak selera makan.
  • Kurus.

Cara mengobati penyakit Orf pada kambing: karantina dan berikan Preparat Iodium dan suntikan antibiotik. Bisa juga dengan obat tradisional yang terbuat dari biji pinang, kapur sirih dan kunyit yang dihaluskan lalu dioleskan ke luka.

Kuku Busuk

Penyakit Kuku Busuk dikarenakan kaki kambing terlalu sering terendam di alas yang lembab dan basah. Apabila terdapat luka pada kuku maka akan terjadi infeksi.

Tanda-tanda Kuku Busuk pada kambing:

  • Celah pada kuku membengkak dan megeluarkan cairan keruh.
  • Kulit kuku mengelupas.
  • Timbul benjolan.
  • Jalan pincang.
  • Terjadi kelumpuhan.

Cara mengobati penyakit Kuku Busuk pada kambing:

  • Pindahkan kambing ke kandang yang kering dan bersih.
  • Potong dan bersihkan kuku yang membusuk.
  • Cuci luka dengan alkohol.
  • Oleskan antiseptik dan antibiotik

Pink Eye

Penyakit Pink Eye/belekan disebabkan adanya infeksi bakteri Chlamydia psittaci ovis and Mycoplasma conjunctivae. Umumnya terjadi pada kandang yang sirkulasi udaranya tidak lancar dan minim pencahayaan.

Tanda-tanda Pink Eye pada kambing:

  • Mata berair.
  • Sensitif terhadap sinar matahari.
  • Mata memerah dan buram.
  • Buta.

Cara mengobati penyakit Pink Eye pada kambing:

  • Cuci mata kambing dengan air hanga.
  • Oleskan salep mata khusus kambing yang mengandung antibiotik.
  • Ulangi pengolesan 3 kali sehari.

Bisa juga dengan obat tradisional berupa campuran teh basi, daun sirih dan garam.

Anemia

Anemia bisa ditandai dengan mengecek selaput bagian dalam kelopak mata kambing. Kambing yang menderita penyakit ini akan kekurangan sel darah merah. Penyakit ini tidak terlihat secara kasat mata, biasanya disebabkan kurangnya nutrisi pada pakan.

Tanda-tanda Anemia pada kambing:

  • Kondisi lemah dan Lesu.
  • Kelopak bagian dalam mata berwarna kepucatan.

Cara mengobati penyakit Anemia pada kambing: berikan pakan berkualitas baik dan cukup. Pastikan pakan yang dikonsumsi terpenuhi kandungan nutrisi dan gizinya. Lebih baik lagi dengan penambahan vitamin dan mineral pada makanannya.

Keracunan

Masalah keracunan biasanya disebabkan karena kambing mengkonsumsi hijauan yang mengandung bahan beracun. Biasanya racun tersebut berasal dari penyemprotan senyawa kimia seperti insektisida.

Tanda-tanda Keracunan pada kambing:

  • Kejang-kejang.
  • Mulut berbuih.
  • Warna selaput lendir mata kebiru-biruan.
  • Kotoran bercampur darah.

Cara mengobati masalah Keracunan pada kambing: berikan tablet norit atau air kelapa muda. Sebagian peternak memberikan larutan minyak kelapa, air kelapa muda, garam dan asam jawa. Apabila keracunan insektisida, berikan 1 gelas santan hangat.

Antraks

Penyakit Antraks sangat berbahaya karena bersifat zoonosis(menular ke manusia). Penyebab penyakit ini adalah bacillus anthracis. Spora bakteri ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama di dalam tanah. Penyakit ini dapat membunuh hewan ternak dalam waktu relatif singkat dan sangat sulit diobati.

Tanda-tanda Antraks pada kambing:

  • Demam tinggi
  • Badan lemas
  • Gangguan pernafasan
  • Pembengkakan Kelenjar dada,
  • Badan penuh bisul,
  • Terjadi gangguan pencernaan.
  • Berdarah dari telinga, mulut dan anus.

Cara mengobati penyakit Antraks pada kambing: dengan penisilin, streptomisin dan tetrasiklin dalam dosis tinggi 2 kali sehari selama beberapa hari.

Mastitis

Penyakit Mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus Aureus. Penyakit ini menyerang payudara/susu kambing betina setelah melahirkan.

Tanda-tanda Mastitispada kambing:

  • Ambing susu mengeras.
  • Terjadi pembengkaan pada puting susu.

Cara mengobati penyakit Mastitispada kambing: suntik antibiotik intra-mammary.

Miasis

Penyakit Miasis dikenal juga dengan sebutan Korengan atau Seten. Penyakit ini sering menyerang kambing betina dan anaknya setelah dilahirkan.

Tanda-tanda miasis pada kambing:

  • Luka yang tidak mengering.
  • Pusar berulat/berbelatung.

Cara mengobati penyakit miasis pada kambing: semprotkan cairan antiseptik seperti refanol, alkohol, dan spiritus. Bisa juga dengan minyak kayu putih lalu beri tembakau yang sudah dibasahi dan tutup dengan perban, diganti setiap hari.

Pneumonia

Pneumonia disebabkan oleh kondisi kandang yang lembab, dingin dan kotor.  Biasanya hal ini bisa terjadi pada kondisi kandang yang kurang terjaga kebersihannya.

Tanda-tanda Pneumonia pada kambing:

  • Nafsu makan berkurang.
  • Demam dan batuk.
  • Terlihat kesulitan bernafas.

Cara mengobati penyakit miasis pada kambing: karantina kambing yang sakit dan berikan preparat antibiotik. Jagalah kondisi kandang agar senantiasa agar bersih, sirkulasi udara lancar, tidak terdapat genangan air.

Konstipasi

Konstipasi lebih dikenal dengan sebutan sembelit. Penyakit ini disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan dan makanan berserat, sehingga tinja atau kotoran mengeras dan sulit untuk dikeluarkan.

Tanda-tanda Konstipasi pada anak kambing:

  • Perut kaku.
  • Tubuh lesu dan lemah.
  • Tidak lincah.
  • Mata terlihat sayu.
  • Susah buang kotoran.
  • Mengembek terus menerus.

Cara mengobati penyakit Konstipasi pada anak kambing: oleskan sedikit minyak sayur pada anusnya dan korek kotorannya keluar.

Selain itu, bisa juga dengan menyemprot ke dalam dubur dengan sabun bayi, caranya:

  • Ambil sabun bayi secukupnya.
  • Tambahkan air kemudian aduk rata.
  • Gunakan suntikan tanpa jarum ukuran 1 ml dan bersihkan dahulu.
  • Sedot cairan sabun dengan suntikan
  • Semprot ke dubur sebanyak 10 ml.

Enterotoxemia

Enterotoxemia terjadi karena memakan bijian secara berlebihan sehingga menghasilkan asam yang berlebihan oleh bakteri Clostridium Perfringens.

Tanda-tanda Enterotoxemia pada anak kambing:

  • Muka berkedut.
  • Demam.
  • Giginya bergemeretak.
  • Perut bengkak.

Cara mengobati penyakit Enterotoxemia pada kambing: vaksinasi dan mengurangi makanan berbiji.

Demikianlah beberapa penyakit kambing yang sering menyerang hewan ternak dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan peternak kambing di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *