4 Hal Penting Dalam Memberi Makan Anak Domba atau Cempe Yang Baru Lahir

Medanternak – Kali ini kita akan mejelaskan 4 hal penting yang harus peternak perhatikan pada saat akan memberi makan anak domba atau cempe yang baru lahir. Pada 48 jam pertama sejak domba dan kambing dilahirkan oleh induknya biasanya masih lemas, itu merupakan masa yang paling kritis. Sebab anakan tersebut lahir tanpa antibodi dan untuk pertama kalinya mereka berhubungan dengan dunia luar. Dimana resiko kemungkinan terinfeksi oleh bakteri atau kuman yang terdapat di lingkungan sekitarnya sangat besar sekali.

Hal Penting Dalam Memberi Makan Anak Domba atau Cempe Yang Baru Lahir

Memberi Makan Anak Domba atau Cempe Yang Baru Lahir

Ada 4 hal Penting yang wajib diperhatikan pada saat memberikan makan anak domba atau cempe yang baru lahir yaitu:

  • Kecepatan.
  • Kuantitas.
  • Kualitas.
  • Kebersihan.

Dilansir oleh fwi, Dokter hewan Emily Gascoigne mengatakan bahwa 48% kematian domba di peternakan terjadi pada 48 jam pertama sejak mereka dilahirkan oleh induknya.

Pemberian kolostrum pada cempe yang baru lahir merupakan hal terpenting karena dapat memberi kekebalan sementara sampai antibodi mereka berkembang secara alami. Kolostrum sangat kaya akan element penting untuk menjaga domba agar tetap sehat dan tumbuh dengan baik.

Kecepatan

Kualitas kolostrum terbaik dihasilkan tidak lama setelah domba betina melahirkan. Kualitas kolostrum ini akan menurun dengan sangat cepat, begitu pula dengan kemampuan anak domba untuk menyerapnya semakin lama juga akan semakin menurun.

Batas penyerapan antibodi oleh cempe berlangsung hanya 24 – 36 jam saja. Kunci utama agar anakan domba tetap sehat kedepannya adalah dengan memastikan mereka menerima pasokan imunoglobulin (IgG) ke tubuhnya sebelum 24 jam sejak mereka dilahirkan.

Proses ini dapat terhambat apabila induk domba betina memiliki ambing dan puting yang rendah, karena domba secara otomatis akan mencari daerah antara selangkangan dan perut saat diberi makan.

“Jika putingnya selebar tangan di bawah selangkangan, kondisi ini akan menempatkan cempe pada posisi yang tidak pas sehingga mereka membutuhkan bantuan,” jelas Dokter Emily.

Disarankan para peternak agar mencatat dan menyisihkan domba betina yang bermasalah setelah anaknya disapih.

Menurutnya Emily, kita harus menggunakan domba betina yang mampu memberi makan anaknya sendiri tanpa harus dibantu oleh manusia. Pencatatan silsilah indukan merupakan kunci untuk memperoleh indukan yang bagus untuk dibudidayakan.

Kuantitas

Seekor anak domba membutuhkan kolostrum sebanyak 20% berat tubuhnya dalam 24 jam pertama.

Apabila diasumsikan berat lahir cempe rata-rata 4 Kg, itu berarti 800 ml pada hari pertama, Dimana setengahnya harus dikonsumsi dalam waktu enam jam sejak mereka dilahirkan.

Kualitas

Kualitas kolostrum adalah faktor penentu kesehatan anak domba atau cempe yang baru dilahirkan. Peternak harus menganalisis kandungan nutrisi pada hijauan yang digunakan sebagai pakan untuk menentukan apakah diperlukan penambahan suplement dengan mempertimbangkan kondisi tubuhnya.

Penggunaan indukan muda secara positif akan meningkatkan kualitas kolostrum pada susu, yang paling baik yaitu laktasi ketiga dan keempat.

Baca juga: Cara Memilih Indukan Domba Berkualitas.

Sebagian peternak cenderung untuk memelihara domba yang lebih tua karena beranggapan bahwa ambing besar yang bagus berarti banyak susunya, padahal domba betina ini kualitas kolostrum dan kuantitas susu sudah menurun.

Kebersihan

Peralatan yang kotor mengakibatkan asupan makanan pertama yang dikonsumsi cempe terkontaminasi oleh bakteri, hal ini akan meningkatkan risiko terkena serangan penyakit. Peternakan harus mengetahui dan mengikuti protokol kesehatan dalam beternak. Apabila memberi susu kepada cempe dengan botol susu, pastikan botol tersebut telah dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas dan desinfektan sebelum digunakan.

Susu Kambing Alternatif Untuk Cempe

Penggunaan susu dengan botol biasanya dilakukan karena beberapa alasan, misalnya anakan telah ditinggal mati oleh induknya. Merawat anak kambing tanpa induk biasanya dengan bahan alteratif pengganti susu indukan.

Bahan alteratif pengganti susu indukan untuk anak kambing dan domba yang baru lahir bisa berupa:

  • Susu indukan lain.
  • Susu sapi.
  • Susu buatan pabrik.
  • Susu jolong.

Susu jolong adalah susu buatan sendiri yang terdiri dari bahan campuran susu sapi, minyak ikan, telur ayam, madu dan gula pasir. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu dengan bahan dasar 0,25 – 0,5 liter susu sapi. Kemudian ditambah satu sendok minyak ikan dan satu butir telur serta setengah sendok madu atau gula pasir. Tinggal diaduk dan siap untuk diberikan. Susu ini sebaiknya dibuat dengan takaran secukupnya saja, disarankan untuk dihabiskan dalam sekali pemberian karena sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri.

Tinggalkan komentar