Panduan Cara Ternak Ayam KUB Agar Cepat Panen dan Sukses

Medanternak – Ayam KUB sudah pasti ayam kampung, namun ayam kampung belum tentu ayam KUB. Sekarang telah banyak jenis ayam yang dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia, salah satu yang sedang populer di pasaran saat ini adalah ayam KUB. Apa itu ayam KUB? Kepanjangan dari KUB ialah Kampung Unggul Balitbangtan. Ayam KUB adalah jenis ayam kampung unggulan yang asal usulnya dari hasil inovasi Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Kali ini akan kita kupas tuntas cara ternak ayam KUB secara lengkap di sini.

Gambar Panduan Cara Ternak Ayam KUB

Cara Ternak Ayam KUB

Manajemen cara ternak ayam KUB pada umumnya meliputi:

  • Pemilihan bibit ayam KUB.
  • Perkandangan.
  • Pemberian Pakan.
  • Pencegahan Penyakit.

Apabila ayam KUB dijadikan ayam pedaging, maka perlu waktu yang cukup lama yaitu 70 sampai 90 hari, sedangkan kalau ayam Joper bisa dipanen pada usia 60 hari.

Apakah ayam KUB bisa mengeram? Tentu saja bisa. Walaupun ayam KUB sifat mengeramnya rendah apabila dibandingkan dengan ayam kampung biasa, namun mereka tetap mengeram kok. Namun untuk hasil penetasan telur ayam agar optimal disarankan menggunakan mesin tetas.

Ayam KUB memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna corak bulunya sama dengan ayam kampung seperti merah, hitam, kuning, dan putih,.
  • Memiliki sifat mengeram yang rendah sekitar 10%.
  • Lebih cepat bertelur yaitu mulai pada usia 20-22 minggu.
  • Mampu bertelur lebih banyak 160-180 butir/ekor/tahun.
  • Berat badan antara 1,2 – 1,6 Kg.
  • Lebih tahan penyakit.

Itulah ciri-ciri dari ayam KUB asli yang dikutip dari pertanian.go.id. Lalu apa bedanya ayam KUB dan joper? Ayam KUB merupakan tipe ayam petelur sebab mereka lebih unggul dalam menghasilkan telur, sedangkan Joper lebih condong sebagai ayam pedaging.

Pemilihan Bibit Ayam KUB

Bibit anakan ayam KUB(DOC) bisa anda dapatkan dari BPPT di wilayah anda. Biasanya DOC ayam KUB dijual mulai dari harga 800 – 1 juta di pasaran. Selain DOC, kita juga bisa membeli ayam KUB dewasa sebagai calon indukan, tentunya dengan harga yang lebih tinggi.

Pemilihan bibit atau seleksi indukan perlu dilakukan baik untuk pejantan dan betina. Hal ini dilakukan agar bisa memperoleh keturunan yang baik dan berproduktivitas tinggi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilhan indukan yaitu :

Induk Pejantan:

  • Sehat dan tidak mempunyai kecacatan.
  • Pergerakan lincah dan gesit.
  • Penampilan tegap, mata bening, bulu halus dan mengkilap, kaki dan kuku bersih, sisik teratur.
  • Memiliki nafsu kawin yang tinggi.
  • Minimal berusia 1 – 2,5 tahun.
  • Tidak satu darah dengan induk betina.

Induk Betina:

  • Sehat dan tidak ada kelainan fisik.
  • Persentase bertelur tinggi.
  • Minimal sudah berumur 7-8 bulan.
  • Mampu berproduksi dengan baik.
  • Tidak ada hubungan darah dengan pejantan.

Perkandangan

Sistem kandang ayam KUB sama dengan ternak ayam kampung bisa menggunakan 2 tipe yaitu kandang umbar dan kandang battery.

Pada kandang umbar, pemeliharaan ayam dilakukan dengan mengurung ayam dalam jumlah banyak dalam satu area kandang. Luas kandang tergantung populasi ayam yang dipelihara. Sedangkan pada kandang battery, ayam dipelihara pada kandang soliter alias satu kandang diisi seekor ayam.

Kandang Umbar

gambar kandang umbar ayam

Kandang Battery

gambar kandang battery ayam

Pemberian Pakan

Pakan merupakan biaya produksi terbesar dalam usaha peternakan, oleh karena itu banyak peternak ayam yang bereksperimen untuk membuat komposisi campuran pakan murah dari berbagai jenis bahan.

Cara buat pakan ayam kub tidak boleh asal murah saja, tetapi juga harus mampu mempertahankan tingkat produktifitas mereka.

Baca juga: Rahasia Manfaat Daun Katuk.

Jenis bahan pakan ayam yang umumnya digunakan oleh peternak ialah sebagai berikut :

  • Jagung
  • Dedak Padi
  • Bungkil Kelapa
  • Bungkil Inti Sawit
  • Tepung Keong
  • Tepung Daun Lamtoro
  • Dedak Jagung
  • Bungkil Kacang Tanah
  • Ampas Tahu
  • Ampas Ubi
  • Tepung Ikan
  • Ikan Rucah
  • Ikan Asin
  • Polar
  • Sagu
  • Sorghum
  • Azolla
  • Maggot BSF.

Porsi pemberian pakan tergantung pada umur ayamnya. Sebagai referensi perhitungan kebutuhan pakan ayam kub per hari silahkan perhatikan gambar di bawah ini.

tabel pemberian pakan ayam

Pengendalian Penyakit

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan biosekuriti pada ternak dan lingkungan peternakan, vaksinasi dan pemberian vitamin.

Biosekuriti yang biasanya dilakukan peternak yaitu:

  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum.
  • Membersihkan kotoran pada kandang secara rutin.
  • Menyemprotkan disinfektan secara berkala.
  • Mencegah masuknya hewan dari luar memasuki peternakan.
  • Orang yang memasuki area peternakan wajib melakukan sterilisasi.

Baca juga: Awas Flu Burung Mulai Menyerang, Peternak Ayam di Indonesia Diminta Waspada.

Adapun tahapan dalam penyuntikan vaksin pada ayam ialah:

  • Vaksinasi Marek’s segera begitu turun dari mesin tetas.
  • Vaksinasi ND/tetelo, 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulanan.
  • Vaksinasi gumboro, 10 hari dan 28 hari.
  • Vaksinasi Egg drop sindrom (EDS), umur 16 minggu (sebulan sebelum bertelur).
  • Vaksinasi AI, bila diperlukan.

Demikianlah cara ternak ayam KUB yang baik dan benar. Semoga informasi di atas tadi bisa bermanfaat untuk para pembaca.

Tinggalkan komentar